Lombok Timur – Muda Mandalika Lombok Timur (Lotim) menyayangkan minimnya pengawasan dari jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah, Minggu 12 Juli 2026.
Menurut Muda Mandalika, momentum libur justru seharusnya dimanfaatkan untuk memastikan dapur SPPG berjalan sesuai standar.
“Kami mempertanyakan kinerja Korwil, Sekwil, dan Kapok. Selama libur sekolah ini tidak pernah ada yang turun lapangan cek dapur SPPG. Padahal ini momentum penting untuk pembenahan,” kata Kadir Ketua Muda Mandalika Lombok Timur.
Ia menegaskan, libur sekolah adalah waktu ideal untuk pembenahan sarana prasarana, pelatihan SDM, dan audit internal dapur SPPG tanpa mengganggu distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami minta jajaran BGN di Lotim segera turun. Jangan tunggu sampai ada kejadian baru bergerak. Standar juknis BGN harus ditegakkan dari sekarang,” tegasnya.
Muda Mandalika juga mendorong BGN Pusat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Korwil, Sekwil, dan Kapok di Lombok Timur.
“Jika tidak ada pembenahan, kami khawatir program MBG hanya jadi program seremonial. Kami akan terus mengawal agar gizi anak-anak Lombok Timur benar-benar terpenuhi sesuai juknis,”tutupnya.
(Purnomo)






