Lombok Timur – Mekanisme penggajian relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lombok Timur menjadi sorotan. Sejumlah relawan mempertanyakan perubahan sistem pembayaran yang dinilai tidak seperti biasanya.
Jika sebelumnya gaji ditransfer melalui bagian akuntan masing-masing SPPG, kini para relawan diminta untuk mengirimkan alamat email dan nomor telepon pribadi dengan informasi bahwa penggajian akan dilakukan dengan sistem transfer terpusat langsung ke rekening relawan.
Perubahan tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan relawan. Mereka mempertanyakan apakah perubahan sistem tersebut merupakan kebijakan resmi dari pusat (Badan Gizi Nasional/BGN) atau kebijakan di tingkat wilayah.
“Kami kaget karena biasanya gaji lewat akuntan SPPG. Sekarang tiba-tiba diminta kirim email dan nomor HP, katanya nanti gaji ditransfer langsung terpusat. Kami jadi bertanya-tanya, ini aturan dari pusat atau bagaimana?” ujar salah satu relawan SPPG di Lombok Timur yang meminta namanya tidak disebutkan, Jum’at (25/9).
Para relawan berharap Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Lombok Timur dapat memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan.
“Kami hanya minta kejelasan. Jangan sampai informasi ini menjadi bola liar di bawah. Kalau memang ini sistem baru dari pusat, tolong disosialisasikan secara resmi dan transparan. Kami sebagai relawan hanya ingin kepastian,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Korwil Lombok Timur belum memberikan keterangan resmi terkait perubahan mekanisme penggajian tersebut.
Para relawan berharap ada sosialisasi resmi mengenai alur penggajian terbaru, termasuk jaminan keamanan data pribadi yang telah diminta, serta kepastian jadwal pencairan gaji agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan kondusif.
(Purnomo)






