Lombok Timur — Menjaga kesehatan adalah kunci terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman dan produktif. Komitmen itu kembali dibuktikan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong dengan menggelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis atau CKG dan Skrining Tuberkulosis Tahap III, Jumat (4/9).
Kegiatan yang berlangsung di aula Lapas ini merupakan hasil sinergi Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Selong bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dan Puskesmas Selong. Fokus utama tahun ini adalah deteksi dini TBC, penyakit yang masih menjadi perhatian serius di lembaga pemasyarakatan karena tingginya mobilitas dan kepadatan penghuni.
Sebanyak 114 orang mengikuti pemeriksaan secara tertib dan lancar. Rinciannya, 21 orang pegawai Lapas dan 93 Warga Binaan Pemasyarakatan. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan fisik umum, pengecekan tekanan darah, gula darah, serta skrining gejala dan faktor risiko TBC.
Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, menegaskan bahwa kesehatan pegawai dan WBP adalah prioritas utama.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkeadilan bagi seluruh pegawai dan WBP. Deteksi dini sangat penting. Jika ditemukan indikasi, kita bisa langsung tindak lanjuti agar tidak menyebar. Terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dan Puskesmas Selong atas dukungan dan tenaga medisnya,” ujar Sudirman di sela kegiatan.
Lebih lanjut, Sudirman menyampaikan kegiatan ini adalah bagian dari strategi promotif dan preventif Lapas Selong. Dengan skrining rutin, diharapkan kasus TBC dapat ditekan dan seluruh penghuni Lapas bisa menjalankan program pembinaan dengan kondisi fisik yang prima.
Kepala Puskesmas Selong yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif Lapas. “Lingkungan Lapas memang perlu perhatian khusus. Dengan skrining Tahap III ini, kita bisa memetakan lebih awal dan melakukan isolasi serta pengobatan tepat jika diperlukan. Ini bentuk nyata pencegahan,” jelasnya.
Peserta yang hasil pemeriksaannya memerlukan tindak lanjut akan langsung masuk dalam program pemantauan Klinik Pratama Lapas dan dirujuk ke fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan. Data hasil skrining juga akan dikoordinasikan dengan Dinkes Lotim untuk penguatan program pengendalian TBC di wilayah.
Dengan kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Selong menegaskan perannya tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai rumah yang menjaga hak dasar kesehatan bagi setiap orang di dalamnya.
(Purnomo)






