Lombok Timur – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Indah Dhamayanti menegaskan, kunci mempercepat penurunan stunting ada di keluarga. Bukan hanya pada target angka di atas kertas.
Pernyataan itu disampaikan Wagub saat membuka _Launching Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTB Tahun 2026_ di Halaman Kantor Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Kamis 2/7/2026.
“Kepala desa harus punya data paling dasar warganya. Umur, berat badan, lingkar lengan calon ibu. Karena kesiapan pasangan muda sebelum menikah dan punya anak itu yang paling menentukan,” ujar Wagub Indah.
Ia mengkritisi pola kerja yang selama ini hanya fokus pada target makro. Padahal, kata dia, penguatan dari rumah tangga justru belum maksimal.
“Jangan sampai kegiatan ini jadi seremonial saja. Semua program harus siap, sesuai, dan benar-benar menyentuh keluarga miskin. Target angka tidak akan tercapai kalau fondasinya lemah,” tegasnya.
Wagub juga meminta gerakan ini tidak berhenti di Lombok Timur. Sepuluh kabupaten/kota di NTB harus bergerak bersama. Termasuk membenahi infrastruktur dasar seperti akses jalan desa.
“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. OPD, camat, sampai kepala desa harus menyesuaikan tupoksi dan berinovasi. Saat ini Lotim dan KLU masih zona merah. Butuh komitmen bersama, tidak ada jalan pintas,” ujarnya.
*Lotim Didukung Data Terintegrasi*
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyebut, evaluasi 2023-2025 menunjukkan tren penurunan stunting di Lotim sudah positif.
“Ke depan kita dapat pendampingan Kemendagri dan Bank Dunia. Lewat aplikasi terintegrasi, tiga sumber data stunting akan disatukan. Tujuannya supaya intervensi lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Senada, Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia Iqbal mengatakan, intervensi serentak akan dikerjakan berlapis dari provinsi hingga desa. “Ini kerja bersama untuk NTB yang lebih sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri TP PKK Kabupaten Lombok Timur, BKKBN, OPD terkait, Forkopimcam, tokoh perempuan, pemuda, pendamping desa, dan kader posyandu. Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan kursi roda bagi anak difabel.
(Purnomo)






